Subang-Para pimpinan KPU Subang berang terhadap kasus dugaan peyerobotan tanah yang akan dialokasikan untuk pembangunan gedung KPU Subang. Diduga ada pejabat di Kabupaten Subang yang terlibat dan memprovokasi penyerobotan tersebut. KPU merencanakan akan mengusut kasus tersebut.
"Betul kami sudah mendapat laporan dari staff terkait kasus ini. kami masih mempelajari dan sudah ada tindakan untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan memberikan penegasan tentang status tanah tersebut," uajar ketua KPU Subang Kaka Suminta.
Informasi yang dihimpun Radar menyebutkan bahwa tanah tersebut merupakan hibah dari pemda Subang kepada KPU untuk pembangunan gedung KPU, yang selama ini masih menggunakan gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di jalan Mayjen Soetoyo nomor 32 Subang.
Disinyalir dalam kasus penyerobotan tersebut ada oknum pejabat di Subang yang terlibat, bahkan diduga mereka merupakan provokator penyerobotan tanah tadi. pasalnya dari beberapa warga yang melakukan penyerobotan terkuak adanya pembayaran kepada oknum tadi untuk pembayaran tanah.
Pihak KPU menolak berspekulasi tentang dugaan tersebut, bahkan KPU menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya tidak menghiraukan kemungkinan adanya warga yang menyerobot, karena bagi KPU sudah jelas tanah itu diperuntukkan bagi pembangunan gedung KPU bukan untuk hal lain. (Rk)
Kamis, 25 Juni 2009
KPU Subang Menangkan kasus di MK
Subang- Komisi pemilihan Umum (KPU) Subang memenangkan dua perkara yang diajukan oleh PBR dan PKPI, dua partai peserta pemilu legislatif di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal tersebut disampaikan oleh ketua KPU Subang Kaka Suminta kepada radar Rabu (24/6) kemarin di kantornya Jlana Mayjen Sutoyo 32 Subang.
"Alhamdulillah MK mengukuhkan keputusan KPU Subang tentang perolehan suara partai politik dalam pemilu legislatif 2009,"jelas Kaka
Dua partai politik tadi menurut Kaka melakukan gugatan perselisihan hasil pemilu (PHPU) pada dua daerah pemilihan berbeda untuk perolehan suara anggota DPRD Kabupaten Subang. PBR menggugat perolehan suara di daerah pemilihan Subang IV yang terdiri dari tiga kecamatan yakni kecamatan Ciasem, Blanakan dan Patokbeusi. Sementara PKPI melakukan gugatan untuk Dapil Subang I.
Dalam amar putusanya, MK menolak permohonan pemohonan, tidak mengabulkan permintaan permohon yang meminta pembatalan keputusan KPU tentang perolehan suara tadi. Dengan adanya keputusan tadi, menurut kaka, maka seluruh keputusan perolehan suara dan alokasi kursi DPRD Kabupaten Subang tidak mengalami perubahan.(Rk)
"Alhamdulillah MK mengukuhkan keputusan KPU Subang tentang perolehan suara partai politik dalam pemilu legislatif 2009,"jelas Kaka
Dua partai politik tadi menurut Kaka melakukan gugatan perselisihan hasil pemilu (PHPU) pada dua daerah pemilihan berbeda untuk perolehan suara anggota DPRD Kabupaten Subang. PBR menggugat perolehan suara di daerah pemilihan Subang IV yang terdiri dari tiga kecamatan yakni kecamatan Ciasem, Blanakan dan Patokbeusi. Sementara PKPI melakukan gugatan untuk Dapil Subang I.
Dalam amar putusanya, MK menolak permohonan pemohonan, tidak mengabulkan permintaan permohon yang meminta pembatalan keputusan KPU tentang perolehan suara tadi. Dengan adanya keputusan tadi, menurut kaka, maka seluruh keputusan perolehan suara dan alokasi kursi DPRD Kabupaten Subang tidak mengalami perubahan.(Rk)
Selasa, 22 Juli 2008
Bertekad Tuntaskan Kasus Korupsi
Mendung yang menyelimuti jajaran kejaksaan saat berulang tahun Selasa (22/7) akibat mega skandal pada Kejaksaan Agung akhir-akhir ini seolah membebani peringatan hari lahir Kejaksaan RI sebaga acara negara tadi. Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Subang Yusron,SH menyatakan akan menuntaskan berbagai kasus korupsi yang selama ini menendap di wilayah kerjanya, selain terus melakukan pembenahan internal, agar masyarakat kembali mempercayai penegakkan hukum.
“Kami akan menuntaskan kasus-kasus tadi, setidaknya dalam tahun ini,”ujar Yusron.
Beberapa kali masyarakat melakukan unjuk rasa terkait kelambatan penanganan beberapa kasus di Kejari Subang. Terutama kasus-kasus korupsi yang melibatkan para penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Subang. Dengan tekad tadi masyarakat berharap agar pernyataan Kejari tidak hanya sebatas basa-basi. Karena jika demikian maka kepercayaan mayarakat terhadap hukum akan semakin rendah.
Beberapa kasus yan akan dituntaskan sebagaimana tertuang dalam resume tunggakkan kasus Kejari Subang meliputi, kasus pengadaan tanah kantor KP PBB, Kasus pengadaan buku di Disdik Subang, kasus pengadaan pakaian Linmas dan beberapa kasus lain yang juga masih menunggu proses penyidikan di kepolisian. Namun Yusro menegaskan bahwa pihaknya menargetkan untuk menuntaskan kasus-kasus tadi
Kamis, 10 Januari 2008
Geger Bom Rakitan di Rumah Makan
SUBANG - Warga dan konsumen di rumah makan Uun di Kampung Kubang Jarang RT 04/01 Desa Karanganyar, Pusakanagara geger menyusul ditemukannya benda mencurigakandi sebuah kamar mandi rumah makan tersebut Selasa (8/1) tengah. Benda terbungkus koran tersebut diduga bom rakitan.
Karwita (27) petugas kebersihan rumah makan pertamna kali menemukan benda tersebut saat membersihkan kamar mandi benda tersebut terbuat dari pipa paralon abu-abu sepanjang 30 cm dengan diameter 10 cm. Kedua ujungnya terdapat kabel sepanjang 30 cm. Karwita mencurigai benda dilapis koram dan yang dibungkus plastik hitam.
Kapolres Subang, AKBP Drs Sugiyono,SH kepada Wartawan, Kamis (10/1) di kantornya mengatakan, dengan informasi ada penemuan benda berupa bom rakitan dirumah makan Uun di Jalur Pantura, dan pihaknya langsung melapor ke Polwil Purwakarta dan Polwil Purwakarta langsung dengan sigap menurunkan tim Gegana Polda Jabar.
"Benda mirip bom rakitan tersebut dibungkus koran berikut kantong plastik warna hitam yang disimpan di sebuah WC umum rumah makan Uun, dan oleh petugas Cleanning service dibuang ketempat sampah. Tim Gegaga langsung menjinak barang tersebut dan langsug di bawa oleh tim Gegana Polda Jabar"ungkap Sugiyono.
Kapolres Subang enggan berspekulasi, tentang keterkaitan adanya dugaan teroris yangmasuk dari Pekalongan. Kapolres menekankan bahwa benda temuan itu saat ini dalam proses penyelidikan lanjut Polwil. "Kami tidak berani berspekulasi benda itu milik siapa dan jenis apa. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan nanti. Hari Sabtu semoga bisa
diinformasikan," paparnya.
Untuk antisipasi kemungkinan negatif, Polres Subang menyebar petugasnya yang terdiri dari Satuan Intelijen Polres di daerah lokasi dan sejumlah tempat lain yang dicurigai menjadi tempat sasaran teror. kapolwil Purwakarta, Kombes Pudjiono menyebutkan pihaknya belum bisa memberi keterangan. Pasalnya menurut dia, proses identifikasi jenis bahan peledak tersebut ditangani Satuan Brimob Jabar di Cikeruh
Sumedang.
"Saat ini benda itu sedang dilakukan identifikasi Satuan Brimob Jabar di Cikeruh Sumedang," kata Pudjiono (J-10)
Karwita (27) petugas kebersihan rumah makan pertamna kali menemukan benda tersebut saat membersihkan kamar mandi benda tersebut terbuat dari pipa paralon abu-abu sepanjang 30 cm dengan diameter 10 cm. Kedua ujungnya terdapat kabel sepanjang 30 cm. Karwita mencurigai benda dilapis koram dan yang dibungkus plastik hitam.
Kapolres Subang, AKBP Drs Sugiyono,SH kepada Wartawan, Kamis (10/1) di kantornya mengatakan, dengan informasi ada penemuan benda berupa bom rakitan dirumah makan Uun di Jalur Pantura, dan pihaknya langsung melapor ke Polwil Purwakarta dan Polwil Purwakarta langsung dengan sigap menurunkan tim Gegana Polda Jabar.
"Benda mirip bom rakitan tersebut dibungkus koran berikut kantong plastik warna hitam yang disimpan di sebuah WC umum rumah makan Uun, dan oleh petugas Cleanning service dibuang ketempat sampah. Tim Gegaga langsung menjinak barang tersebut dan langsug di bawa oleh tim Gegana Polda Jabar"ungkap Sugiyono.
Kapolres Subang enggan berspekulasi, tentang keterkaitan adanya dugaan teroris yangmasuk dari Pekalongan. Kapolres menekankan bahwa benda temuan itu saat ini dalam proses penyelidikan lanjut Polwil. "Kami tidak berani berspekulasi benda itu milik siapa dan jenis apa. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan nanti. Hari Sabtu semoga bisa
diinformasikan," paparnya.
Untuk antisipasi kemungkinan negatif, Polres Subang menyebar petugasnya yang terdiri dari Satuan Intelijen Polres di daerah lokasi dan sejumlah tempat lain yang dicurigai menjadi tempat sasaran teror. kapolwil Purwakarta, Kombes Pudjiono menyebutkan pihaknya belum bisa memberi keterangan. Pasalnya menurut dia, proses identifikasi jenis bahan peledak tersebut ditangani Satuan Brimob Jabar di Cikeruh
Sumedang.
"Saat ini benda itu sedang dilakukan identifikasi Satuan Brimob Jabar di Cikeruh Sumedang," kata Pudjiono (J-10)
Puting Beliung Hantam Subang
SUBANG- Puluhan rumah termasuk 1 pertokoan, dan kampus Universitas Subang dhancur diterjang angin putting beliung yang menerjang kecamatan Cibogo dan Subang Rabu sore (9/1). du desa yang menderita terjangan tersebut adalah desa Wanareja kec, Cibogo dan
kelurahan Pasirkareumbi kec, Subang.
warga menjelaskan hujan yang disertai angin besar mulai terasa dengan adanya suara gemuruh dan pohon yang meliuk diterpa angin. Namun belum sempat berbuat banyak warga dikagetkan dengan semakin kencangnya angin disusul dengan bertumbanganya pohon dan genteng rumah. Warga baru sadar bahwa tiupan angin kencang yang seakan berpoutar tak tentu arahitu angin puting beliung.
Warga berhamburan keluar rumah, wlau saat itu hujan deras. Warga makin panik ketika melihat genting dan beterbangan dan beberapa bangunan rumah roboh ditengah deru suara angin yang seperti suara mesin diesel. Meski hanya sekitar 10 menit, tak ayal lagi warga merasa takut dan trauma melihat kejadian tersebut. Tidak ada korban manusia dalam peristiwa tadi.
"Sebelumnya terdengar suara gemuruh di langit, saat itu kami belum menyadari kalau akan ada angin putting beliung. Sebab saat itu hujan deras sedang terjadi, bahkan hujan yang sangat deras itu pun berhenti setelah suara gemuruh berhenti tahu-tahu kami baru sadar angin putting beliung menghancurkan perumahan kami,"ungkap Inah yang rumahnya porak poranda, warga Kp. Nyimplung Rt 16/ 05 Kelurahan Wanaraja.
Selain rumahnya hancur, dapur rumah Inah juga tertimpa tembok rumah tetangganya yang jatuh ke arah kediamannya. Nasib yang sama dialami oleh 14 warga sekitarnya. Sementara Karim (44) premilik toko juga mengalami nasib sama. Di kelurahan Pasirkareumbi mahasiswa Universitas Subangyang tengah kulias berhanburan ke luar ruangan tatkala angin puting beliung menerbangkan genting di atas atap bangunan.
Lukman, mahasiswa fakultas Komunikasi mengungkapkan ia dan kawan lainnya tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasanya, karena bangunan yang akan digunakan untuk pembelajaran.
"Atap diterbangkan oleh angin putingbeliung, Kami saat ini tidak dapat belajar seperti biasanya, Kami khawatir bila bangunan yang rusakakibat putting beliung roboh dan menimpa kami,"ungkap Lukman.
Ketua DPRD Kabupaten Subang, Bambang Herdadi,menyatakan korban puting beliung bukan hanya terjadi di Subang kota saja, sebab berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, kondisi serupa terjadi di Kecamatan Patokbeusi.
"Di Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, juga terjadi bencana yang sama, bahkan puluhan pohon tumbang ke jalanan hingga berakibat kemacetan dijalan,"jelas Bambang.(J-10)
kelurahan Pasirkareumbi kec, Subang.
warga menjelaskan hujan yang disertai angin besar mulai terasa dengan adanya suara gemuruh dan pohon yang meliuk diterpa angin. Namun belum sempat berbuat banyak warga dikagetkan dengan semakin kencangnya angin disusul dengan bertumbanganya pohon dan genteng rumah. Warga baru sadar bahwa tiupan angin kencang yang seakan berpoutar tak tentu arahitu angin puting beliung.
Warga berhamburan keluar rumah, wlau saat itu hujan deras. Warga makin panik ketika melihat genting dan beterbangan dan beberapa bangunan rumah roboh ditengah deru suara angin yang seperti suara mesin diesel. Meski hanya sekitar 10 menit, tak ayal lagi warga merasa takut dan trauma melihat kejadian tersebut. Tidak ada korban manusia dalam peristiwa tadi.
"Sebelumnya terdengar suara gemuruh di langit, saat itu kami belum menyadari kalau akan ada angin putting beliung. Sebab saat itu hujan deras sedang terjadi, bahkan hujan yang sangat deras itu pun berhenti setelah suara gemuruh berhenti tahu-tahu kami baru sadar angin putting beliung menghancurkan perumahan kami,"ungkap Inah yang rumahnya porak poranda, warga Kp. Nyimplung Rt 16/ 05 Kelurahan Wanaraja.
Selain rumahnya hancur, dapur rumah Inah juga tertimpa tembok rumah tetangganya yang jatuh ke arah kediamannya. Nasib yang sama dialami oleh 14 warga sekitarnya. Sementara Karim (44) premilik toko juga mengalami nasib sama. Di kelurahan Pasirkareumbi mahasiswa Universitas Subangyang tengah kulias berhanburan ke luar ruangan tatkala angin puting beliung menerbangkan genting di atas atap bangunan.
Lukman, mahasiswa fakultas Komunikasi mengungkapkan ia dan kawan lainnya tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasanya, karena bangunan yang akan digunakan untuk pembelajaran.
"Atap diterbangkan oleh angin putingbeliung, Kami saat ini tidak dapat belajar seperti biasanya, Kami khawatir bila bangunan yang rusakakibat putting beliung roboh dan menimpa kami,"ungkap Lukman.
Ketua DPRD Kabupaten Subang, Bambang Herdadi,menyatakan korban puting beliung bukan hanya terjadi di Subang kota saja, sebab berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, kondisi serupa terjadi di Kecamatan Patokbeusi.
"Di Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, juga terjadi bencana yang sama, bahkan puluhan pohon tumbang ke jalanan hingga berakibat kemacetan dijalan,"jelas Bambang.(J-10)
Kamis, 03 Januari 2008
Komisi Gabungan Usut Galian C
Oleh:Kaka Suminta
Melihat seriusnya permasalahan galian C di Subang, Komisi A DPRD akan bergandengan tangan dengan komisi C membentuk Komisi gabungan untuk mengusut permasalahan galian C tersebut. pihak legislatif menilai bahwa jajaran pemkab Subang melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) tidak serius menangani masalah tersebut.
Salah satu anggota DPRD Subang Yusnan dari fraksi PKB ketika ditemui Rabu (3/1) menyesalkan sikap pemerintah yang membiarkan beroperasinya galian C di beberapa titik di Subang tanpa ijin dan pengawasan memadai, sehingga banyak aspek pembangunan yang terimbas nehatif oleh karenanya. Di sisi lain Yusnan juga menilai jika hal tersebut dibiarkan, maka kredibelitas pemerintah menjadi pertaruhanya.
"Kami akan membentuk gabungan antara komisi A yang menangani adfministrasi perijinan, dengan komisi C yang menangani pembangunan untuk mengusut masalah galian C yang beroperasi tanpa ijin,"ujar Yusnan.
Yusnan juga mempertanyakan ketegasan pemerintah untuk mengontrol operasi galian C, karena di satu sisi bupati Subang Eep Hidayata menyatakan tidak mengijinkan operasi galian C, tetapi di lapangan misalnya di Kalijati dan Cipeundeuy galianh C yang mengeksploitasi material pasir kali masih beroperasi, yang nampak dari adanya truk pengangkut pasir yang hilir mudik dengan muatanya.
Kabag Hukum Setda Subang Kustoyo kepada terbit menjelaskan bahwa memang secara Yuridis tidak ada lagi ijin galian C yang dikeluarkan oleh bupati, tetapi ia juga tidak menutup mata tentang adanya surat ijin sementara dari instansi terkait yang menjadi dasar bagai para pengusaha galian pasir.
Pantauan Terbit di lapangan, memang masih banyak kendaraan bermuatan galian C yang beroperasi di sepenajang jalan menuju Bandung dan di jalur Kalijati-Purwakarta. Hal tersebut menandakan masih beroperasinya eksploitasi galian C di sekitar jaur tersebut. Namun tidak ada tindakan aparat di jalan raya yang menghentikan pengangkutan material bermasalah tersebut. (J-10)
Melihat seriusnya permasalahan galian C di Subang, Komisi A DPRD akan bergandengan tangan dengan komisi C membentuk Komisi gabungan untuk mengusut permasalahan galian C tersebut. pihak legislatif menilai bahwa jajaran pemkab Subang melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) tidak serius menangani masalah tersebut.
Salah satu anggota DPRD Subang Yusnan dari fraksi PKB ketika ditemui Rabu (3/1) menyesalkan sikap pemerintah yang membiarkan beroperasinya galian C di beberapa titik di Subang tanpa ijin dan pengawasan memadai, sehingga banyak aspek pembangunan yang terimbas nehatif oleh karenanya. Di sisi lain Yusnan juga menilai jika hal tersebut dibiarkan, maka kredibelitas pemerintah menjadi pertaruhanya.
"Kami akan membentuk gabungan antara komisi A yang menangani adfministrasi perijinan, dengan komisi C yang menangani pembangunan untuk mengusut masalah galian C yang beroperasi tanpa ijin,"ujar Yusnan.
Yusnan juga mempertanyakan ketegasan pemerintah untuk mengontrol operasi galian C, karena di satu sisi bupati Subang Eep Hidayata menyatakan tidak mengijinkan operasi galian C, tetapi di lapangan misalnya di Kalijati dan Cipeundeuy galianh C yang mengeksploitasi material pasir kali masih beroperasi, yang nampak dari adanya truk pengangkut pasir yang hilir mudik dengan muatanya.
Kabag Hukum Setda Subang Kustoyo kepada terbit menjelaskan bahwa memang secara Yuridis tidak ada lagi ijin galian C yang dikeluarkan oleh bupati, tetapi ia juga tidak menutup mata tentang adanya surat ijin sementara dari instansi terkait yang menjadi dasar bagai para pengusaha galian pasir.
Pantauan Terbit di lapangan, memang masih banyak kendaraan bermuatan galian C yang beroperasi di sepenajang jalan menuju Bandung dan di jalur Kalijati-Purwakarta. Hal tersebut menandakan masih beroperasinya eksploitasi galian C di sekitar jaur tersebut. Namun tidak ada tindakan aparat di jalan raya yang menghentikan pengangkutan material bermasalah tersebut. (J-10)
Selasa, 01 Januari 2008
Hujan Guyur Pergantian Tahun
Oleh : Kaka Suminta
SUBANG, Hujan yang hampir merata mengguyur Subang menjelang dan selama malam pergantian tahun baru 2008 kemarin, tidak menyurutkan minat masyarakat terutama ank muda untuk merayakanya dengan berbagai cara. Langit di atas Kawasan Wisata Citapen di Purwadadi Subang bertaburan cahaya kembang api berwarna-warni ditengah hujan dan guntur.
Bambang Herdadi Ketua DPRD Subang yang juga pemilik kawasan wisata Citapen, dalam sambutanya menjelang detik-detik pergantian tahun jam 12.00 menyatakan bahwa semaunya berawal dari mimpi, ketika dirinya masih muda dan pertama kali menginjakan kaki di Citapen 12 tahun lalu untuk menyulap danau Citapen yang dikenal angker dan sepi di malam hari menjadi sebuiha kawasan wisata yang ramai dan memberikan berkah
bagi warga disekitarnya.
"Hari ini merupakan wujud mimpi saya 12 tahun lalu, ketika menginjakan kaki di sini, saat itu Citapen adalah situ yang engker dan sepi di malam hari. Makanya saya mengajak semua untuk membangun mimpi kita bersama untuk memajukan Citapen, memajukan purwadadi, Subang dan seterusnya untuk kesejahteraan dan mimpi kita bersama."ajak Bambang berapi-api.
Secara keseluruhan malam tahun baru di Subang berjalan aman dan lancar, hanya cuaca hujan yang membuat masyarakat mencari tempat berteduh, walau tidak sedikit yang malah menjadikan cuaca hujan sebagai hiburan tersendiri. Saat pulang di beberapa jalan menuju dan ke arah kota Subang banyak dijimlai sepeda motor rusak atau didorong
pemiliknya karena terkena air hujan, terutama sepeda motor tua dan jenis skuter.
Alunan suara para penyanyi ibukota dan lokal menyemarakan malam tahunbaru di Citapen. Guyuran hujan ternyata tidak menyurutkan minat pengunjung untuk untuk berjoget di halaman olah raga Citapen, seolah-olah mereka tidak merasakan dinginya guyuran huja dan anging yang cukup kencang diselingi kilatan cahaya halilintar. Sampai jam 02.30 pengunjung masih memadati Citapen, ketika acar terakhir dilaksanakan yakni pembagian hadiah, trophi dan piagam bagi pemenang Dangdut Mania yang digelar di Ciatapen.***
SUBANG, Hujan yang hampir merata mengguyur Subang menjelang dan selama malam pergantian tahun baru 2008 kemarin, tidak menyurutkan minat masyarakat terutama ank muda untuk merayakanya dengan berbagai cara. Langit di atas Kawasan Wisata Citapen di Purwadadi Subang bertaburan cahaya kembang api berwarna-warni ditengah hujan dan guntur.
Bambang Herdadi Ketua DPRD Subang yang juga pemilik kawasan wisata Citapen, dalam sambutanya menjelang detik-detik pergantian tahun jam 12.00 menyatakan bahwa semaunya berawal dari mimpi, ketika dirinya masih muda dan pertama kali menginjakan kaki di Citapen 12 tahun lalu untuk menyulap danau Citapen yang dikenal angker dan sepi di malam hari menjadi sebuiha kawasan wisata yang ramai dan memberikan berkah
bagi warga disekitarnya.
"Hari ini merupakan wujud mimpi saya 12 tahun lalu, ketika menginjakan kaki di sini, saat itu Citapen adalah situ yang engker dan sepi di malam hari. Makanya saya mengajak semua untuk membangun mimpi kita bersama untuk memajukan Citapen, memajukan purwadadi, Subang dan seterusnya untuk kesejahteraan dan mimpi kita bersama."ajak Bambang berapi-api.
Secara keseluruhan malam tahun baru di Subang berjalan aman dan lancar, hanya cuaca hujan yang membuat masyarakat mencari tempat berteduh, walau tidak sedikit yang malah menjadikan cuaca hujan sebagai hiburan tersendiri. Saat pulang di beberapa jalan menuju dan ke arah kota Subang banyak dijimlai sepeda motor rusak atau didorong
pemiliknya karena terkena air hujan, terutama sepeda motor tua dan jenis skuter.
Alunan suara para penyanyi ibukota dan lokal menyemarakan malam tahunbaru di Citapen. Guyuran hujan ternyata tidak menyurutkan minat pengunjung untuk untuk berjoget di halaman olah raga Citapen, seolah-olah mereka tidak merasakan dinginya guyuran huja dan anging yang cukup kencang diselingi kilatan cahaya halilintar. Sampai jam 02.30 pengunjung masih memadati Citapen, ketika acar terakhir dilaksanakan yakni pembagian hadiah, trophi dan piagam bagi pemenang Dangdut Mania yang digelar di Ciatapen.***
Langgan:
Entri (Atom)
