Minggu, 04 September 2011

ratusan penumpang Terlantar di terminal Subang


Subang, Jabarkita.com–Akibat kemacetan yang terjadi di jalur subang- Sadang yang menuju ke Jakarta Minggu (4/9) , maka bus AKAP jurusan Subang-Jakarta terlambat untuk datang kembali ke Subang dan mengangkut penumpang, maka terjadi penumpukan penumpang di terminal Subang. Demikian juga banyak penumpang terlantar di hamper setiap pemberhentian bus di sepanjang jalur Subang- Sadang.
Beberapa penumpang mengaku sudah mengantri sejak pagi belum terlayani, seperti Ani warga Kasomalang yang mengaku telah menunggu bus berjam-jam untuk berangkat kembali ke Bekasi, Ia haran mengapa pemerintah tak mentisipasi kondisi ini. Ani mengaku biasanya ia menggunakan bus AKAP ke Jakarta langsung dari Kasomalang, tapi karena selalu penuh, ia pun mencoba ke Terminal subang dulu.
“Sudah ke sini (terminal-red) pakai angkot dulu, eh di sini malah berjam-jam tak ada bus katanya, tadi informasinya karena macet dan dari pagi banyak penumpang di sini,”keluh Ani.
Demikian juga pemumpang ratusan menumpuk dan terlantar di beberapa titik seperti di lampu merah depan kantor Golkar. Di Pasar Kali Jati dan Cipeundeuy juga Nampak kerumunan penumpang sejak siang, dan makin banyak jumlahnya menjelang sore.

Senin, 22 Agustus 2011

Eep: Jika Penyidik Salahgunakan Wewenang Apa Sanksinya?


Subang, Jabarkita.com—Mengaku sangat menghormati proses hukum, Bupati Subang nonaktif Eep Hidayat yang divonis bebas oleh majelis hakim tipikor PN Bandung, Senin (22/8), termasuk peran penengak hukum seperti kejaksan yang menuding dirinya melakukan tindak pidana korupsi upah pungut PBB migas.
Namun Eep mengaku semua itu menyisakan renungan soal penegakkan hukum di negeri ini. Pasalnya dalam menerapkan hukum terhadap seseorang bisa saja penyidik menyalahgunakan diskresi yang dipegangnya, lalu bagaimana jika orang yang dituding tadi telah menjalani proses hukum ternyata salah orang atau salah tangkap.

Sabtu, 30 Juli 2011

Cecep Darmawan Jadi Rektor Unsub


Gantikan Yossi Adiwisastra
Subang, Jabarkita.com--Prof Dr Yossi Adiwisastra mengingatkan kembali tri dharma perguruan tinggi kepada seluruh civitas akademika Unsub. Hal itu disampaikan dalam pidatonnya usai pelantikan Rektor Universitas Subang (Unsub) Sabtu (30/7),  Yossi melanjutkan bahwa atas dasar itulah dirinya selama 27 tahun mengabdikan diri di dunia perguruan tinggi tak banyak menuntut kecuali untuk kepentingan peningkatan pendidikan.
“Dalam tri dharma perguruan tinggi, yakni sebagai lembaga penelitian ilmiah, pengabdian masyarakat dan pendidikan, itulah kewajiban pokok perguruan tinggi,”ujar Yossi di Aula Pemkan Subang

Kamis, 28 Juli 2011

Kader PKB Harus Kritis


SUBANG.Jabarkita.com ,- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Subang Kamis (28/7) mengadakan Harlah (hari lahir) PKB ke 13, dan menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) dengan agenda penguatan organisasi menyongsong Permodelan Pemilu 2014 Berbasis Struktural..Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKPRI Jl. Arief Rahman Hakim, Subang, dibuka resmi Ketua DPW PKB Jabar Asep Saefudin Msi (Kang Acil).
Berbeda dengan peringatan harlah parpol lainnya, pelaksanaan harlah PKB Subang ke 13 ini dilaksanakan dengan sederhana namun cukup meriah, dengan dihadiri puluhan pengurus PKB dari tingkat Cabang hingga ranting.

Sabtu, 07 Mei 2011

Jelang Maghrib, Eep Tinggalkan kebonwaru

BANDUNG,Jabarkita.com:Eep Hidayat dengan didampingi istrinya tepat jam  17:00 Jumat perang keluar dari Rumah Tahanan Negera (Rutan) Kebonwaru,  Jalan Jakarta, Kota Bandung, setelah ia ditetapkan  sebagai tahanan  rutan kini  jadi tahanan kota.
Sejak sore mobil rombongan penjemput Eep, termasuk  para wartawan sejak sore  menunggu Eep keluar dari Rutan Kebonwaru. Tepat jam 17:00 terlihat Elit Budianto didampingi suaminya (besan dari Eep Hidayat ) keluar dari rutan dan menyusul yaitu Sandi ajudannya membawa tas kemudian diikuti Eep Hidayat bersama Istrinya.

Sebelum naik kendaraan yang disiapkan, para wartawan mencegatnya, saat ditanya para wartawan seputar adanya surat pemberhentian sementara bupati. Eep menjawab bahwa dirinya akan mendirikan pondok pesantren, membuat yayasan, LSM dan Ormas ,katanya.

Senin, 25 April 2011

Ciater dan tangkuban Parahu Masih Primadona

Subang, Libur panjang mulai Jumat (23/4) kemarin selama tiga hari benar-benar digunakan untuk rekreasi dan bersantai bagi warga Jakarta dan kota lainya di indonesia. Dua tempat rekreasi di Kabupaten Subang yakni Ciater dan Tangkuban Parahu masih menjadi primadona untuk dikunjung. akibatnya terjadi beberapa titik kemacetan dari dan menuju Subang, yakni di titik simpul Lembang, Sadang dan sedikit  di ruas Wanayasa Purwakarta.

Kemacetan itu terjadi baik pada saat kedatangan maupun saat pulang para wisatawan doimestik yang didominasi oleh kendaraan keluarga dan bus rombongan. Bahkan titik kemacetan di sekitar Sadang dan Cikopo Purwakarta diperparah oleh kemacetan akibat adanya perbaikan jalan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Subang.

Dua objek wisata yang menjadi tempat utama kunjungan dalam liburan kali ini yakni Ciater dan Tangkuban Parahu bisa dilihat sinopsinya di postingan sebelumnya (TIM)

Tangkuban Parahu

Sumber : Subang.go.id

 
OBJEK WISATA
 
Kawah Tangkuban Parahu
Pengelola : PT. Perhutani
Kawah Tangkuban parahu merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di wilayah selatan Kab. Subang, berada pada ketinggian 2084 m di atas permukaan laut. Keindahan alam dengan deretan kawah yang membentang dan kesejukan udara pegunungan yang khas serta hamparan gunung-gunung lain yang tinggi menjulang mengelilinginya dan banyaknya koleksi tumbuh-tumbuhan serta tanaman khas hutan tropis yang tumbuh subur disekitar kawah, menjadikan gunung tangkuban perahu sebagai tujuan wisata yang menarik di Kabupaten Subang.
Dilihat dari kota Bandung, gunung tangkuban parahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik (Bahasa Sunda : tangkuban = terbalik, parahu = Perahu). 
Bentuk unik dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang.